Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Ngalah mengadakan sebuah kegiatan yakni Kajian Jurnalistik. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mahardika Surabaya, dilaksanakan di depan Aula Pancasila Universitas Yudharta Pasuruan. (14/08/2023)

PMII sendiri memiliki tiga model kaderisasi yakni, formal, non formal maupun informal dan kegiatan kali ini merupakan salah satu upaya dalam menunjang kaderisasi non formal dalam PMII Ngalah.

Inisiatif kegiatan ini bermula, ketika para kader PMII Ngalah kebingungan dalam menentukan Rencana Tindak Lanjut (RTL) pasca Pelatihan Kader Dasar (PKD) kemarin. Dari sekian banyak usulan para kader PMII Ngalah, akhirnya disepakati untuk RTL PKD diadakan sebuah kegiatan Kajian Jurnalistik sebagai langkah awal.

Tentunya, para kader PMII Ngalah tidak sembarangan untuk menentukan sebuah kegiatan dalam menunjang proses kaderisasinya. Berbagai pertimbangan sudah dipikirkan secara matang dan muncul satu keputusan dalam RTL pertama dikhususkan sebagai refleksi materi PKD mengenai materi analisis sosial, analisis wacana dan media.

“Jurnalistik merupakan sarana yang menyenangkan guna mengembangkan dan mengasah daya rangsang berfikir seseorang. Tidak hanya dari kegiatan membaca dan berdiskusi, melalui tulisan kita juga bisa memberikan dampak yang besar” ujar sahabat Syamsul selaku narasumber kajian jurnalistik.

Syamsul Ma’arif selaku narasumber kajian jurnalistik merupakan kader PMII STIE Mahardika Surabaya yang biasanya akrab dipanggil Sahabat Syamsul sekaligus ketua UKM Jurnalistik di kampusnya, dan salah satu alumni santri Pondok Pesantren Ngalah. Sistem kajian jurnalistik sendiri menggunakan sistem dialog interaktif.

Poin-poin penting yang dibahas ketika kajian jurnalistik antara lain definisi jurnalistik, cara menulis berita yang baik dan benar, cara menjadi seorang jurnalis, cara memahami situasi lapangan ketika proses penggalian data, batasan-batasan menjadi seorang jurnalis hingga tips dan trik agar berita yang dibuat banyak peminatnya.

Kajian jurnalistik ini juga diikuti oleh 48 kader se-PMII Ngalah. Harapannya, kajian seperti ini bisa terus konsisten dilaksanakan dan menjadi tolak ukur dalam pengembangan kualitas kaderisasi di PMII khususnya PMII komisariat Ngalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Beranda
Informasi
Komisariat
Administrasi
Cari